TAKE CARE OF YOUR MENTAL HEALTY, DAN PENTINGNYA KONSEP BIOPSIKOSOSIAL
Bicara mengenai kesehatan, tentu yang harus diperhatikan bukan hanya kesehatan fisik namun juga kesehatan mental. Sama halnya dengan kesehatan mental. Karna diera pandemi covid-19 saat ini, tidak sedikit dari kita terkhusus para siswa yang menjalani pelajar yang menjalani pembelajaran jarak jauh daring mengalami gangguan kesehatan mental baik skala ringan sampai dengan skala berat akibat rutinitas-rutinitas menjenuhkan dirumah, yang bilamana emosional tidak ter-manage dengan baik akan dapat mengarah ke arah gangguan pada mental dengan resiko terberat ialah bunuh diri.
Jika ditilik dari berita-berita lalu mayoritas dari kejadian bunuh diri dilakukan manusia dewasa yang relatif kebutuhan hidup lebih tinggi, menurut saya ini sedikit keliru. Fakta dan data dilapangan membuktikan bahwa tingkat depresi pada remaja justru lebih tinggi dirasakannya, dan tidak sedikit yang berakhir dengan bunuh diri. Disini saya akan menyuguhkan faktor-faktor pemicunya
Berdasarkan kutipan dari Kementrian Kesehatan Indonesia dan organisasi dunia World Healty Organization, menyebut bahwa tindakan bunuh diri menjadi penyebab kematian menempati nomor 2 tertinggi di kelompok usia 15 hingga 29 pada tahun 2012, kutipan tersebut menjadi bukti fase gangguan kesehatan mental sangatlah rentan menyerang usia remaja. Bilamana masalah ini tidak segera ditindaklanjuti atau dicari solusinya, dapat berlanjut ke resiko-resiko berat.
Berdasarkan ilmu kedokteran jiwa, ada faktor-faktor yang dapat berpengaruh signifikan terhadap kebugaran mental, biasa disebut konsep biopsikososial yaitu :
1. Biologi
Keadaan genetik pada manusia sudah dibentuk sejak dalam kandungan seorang ibu, serta kondisi si ibu saat mengandung, dan masa yang dirasakan saat mengandung.
2. Psikologi
Yaitu olah tangan orang tua dalam membesarkannya, anak harusnya dibesarkan dengan kasih sayang, perhatian dan dukungan yang presisi, diimbangi dengan edukasi mengenai mengatasi rasa kecewa, sehingga saat proses tumbuh kembang sia anak, anak akan stabil dalam me-manage emosinya
3. Sosial
Lingkungan keluarga dan sekolah dalam proses tumbuh kembang si anak sangatlah berpengaruh terhadap kebugaran mentalnya, jika si anak di gulo wentah dilingkungan yang kurang baik, misalnya jika terjadi perundungan atau semacam bully terhadap si anak, bisa jadi si anak akan kurang mampu me-manage sehingga kebugaran mentalnya terganggu. Pun sebaliknya jika si anak di gulo wentah dilingkungan yang baik atau biologi dan psikologi yang baik, jika dikemudian hari si anak dihadapkan masalah-masalah seperti diatas insyaAlloh si anak akan baik-baik saja.
Adakalanya orang tua maupun calon orang tua harus mau belajar akan hal-hal diatas, untuk membangun self awareness atau biasa disebut kepercayaan diri, contoh kecilnya menjadi pendengar yang baik untuk anak, sudahkah dilakukan hari ini?
Komentar
Posting Komentar